"BERSAMA RAKYAT AWASI PEMILU, BERSAMA BAWASLU TEGAKKAN KEADILAN PEMILU" Friday, 15 December 2017  
Main Menu

Arsip Berita

Download

Link Terkait

December 2017

Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

  Berita
Gelar Sosialisasi, Bawaslu Provinsi Gorontalo "Hadirkan" ASN Camat & Lurah Se-Kota Gorontalo
Berita BAWASLU, Tags : Kegiatan, Penulis : ARS/Foto:MSS, Tanggal : 05/09/2017 20.00, Dibaca 10 kali

Bawaslu-Gorontaloprov. Berkaca pada pelaksanaan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah tahun 2017 baik Provinsi maupun Kabupaten, keterlibatan ASN menjadi salah satu faktor krusial yang menjadi perhatian oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo. Mengingat, pada penyelenggaraan Pemilihan 2017 kemarin, terdapat beberapa ASN terutama Camat dan Kepala Desa yang terindikasi terlibat dalam politik praktis.

 

Hal ini terungkap pada pelaksanaan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Dalam Rangka Persiapan Pengawasan Tahapan Pilkada Tahun 2018, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo.

 

Pelaksanaan sosialisasi pengawasan partispatif dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, selasa (5/9) didampingi oleh anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo serta Ketua dan Anggota Panwas Kota Gorontalo dengan menghadirkan unsur ASN Kota Gorontalo yang terdiri atas Camat dan Lurah se-Kota Gorontalo, bertempat di Hotel New Rahmat Kota Gorontalo.

 

Melalui laporan yang disampaikan oleh Panitia mengungkapkan bahwa maksud dan tujuan pelaksanaan sosialisasi tersebut adalah untuk mensosialisasikan proses pengawasan tahapan dalam upaya membangun kemitraan antara Bawaslu dan masyarakat serta memaksimalkan upaya Bawaslu dalam melakukan pencegahan potensi pelanggaran yang melibatkan masyarakat, ASN dan unsur lainnya. Sedangkan dasar hukum pelaksanaan kegiatan tersebut adalah berkaca pada UU Nomor 10 tahun 2016, UU Nomor 7 Tahun 2017, serta Perbawaslu Nomor 14 tahun 2014 Tentang Pengawasan Pemilu dan Perbawaslu Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pengawasan Tahapan Pencalonan

 

Selanjutnya pada pelaksanaan sosialisasi tersebut, para peserta mengungkapkan bahwa, pada setiap penyelenggaraan Pilkada, Aparatur Sipil Negara terutama Camat dan Lurah atau Kepala Desa selalu menjadi sasaran karena disatu pihak peran camat dan lurah adalah merupakan Pembina politik diwilayah masing-masing, sehingga mengakibatkan dilema kepada ASN tersebut dalam proses pengambilan keputusannya.

 

Sehingganya agar kedepan, dalam  proses perekrutan Panwas Kecamatan sampai jajaran tingkat bawah yakni Pengawas Lapangan, Bawaslu ataupun Panwas Kota Gorontalo dapat melakukan prosesi seleksi yang ketat. Selanjutnya diharapkan pula agar penyelenggara yang terpilih adalah mereka yang menguasai aturan dan mampu membangun koordinasi bersama pemerintah daerah terutama camat dan lurah.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo mengingatkan kepada peserta sosialisasi agar mampu menempatkan posisi. Hal ini mengingat, peran camat dan lurah sebagai pembina politik tersebut adalah berarti harus menempatkan diri dan bersikap professional dan tidak terkesan atau menunjukkan keberpihakan kepada kontestan, kontestan taupun calon yang nanti akan bertarung nantinya dan tidak terjebak pada persoalan politik praktis, sebagaiman yang telah diamanatkan melalui peraturan yang mengatur tentang ASN terkait persoalan pada penyelenggaraan pemilihan. (ARS)        


Profil Pimpinan


Iklan Masyarakat