"BERSAMA RAKYAT AWASI PEMILU, BERSAMA BAWASLU TEGAKKAN KEADILAN PEMILU" Friday, 15 December 2017  
Main Menu

Arsip Berita

Download

Link Terkait

December 2017

Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

  Berita
Bawaslu RI Lantik 72 Anggota Bawaslu Provinsi Masa Jabatan 2017-2022
Berita BAWASLU, Tags : Informasi, Penulis : ARS, Tanggal : 20/09/2017 16:07, Dibaca 10 kali

Bawaslu-Gorontaloprov. Tantangan dan rintangan pada penyelenggaraan pemilu mendatang adalah Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Tahun 2019 yang akan digelar secara bersamaan sebagaimana yang diatur oleh Undang –Undang Nomor 7 Tahun 2017. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Bawaslu RI pada pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Anggota Bawaslu Provinsi masa jabatan 2017-2022.

Bertempat di Crownie Plaza Hotel, Jakarta rabu, (20/9) Ketua Bawaslu RI Abhan, melantik dan mengambil sumpah/janji 72 orang anggota Bawaslu Provinsi yang tersebar di 25 wilayah Republik Indonesia, dalam rangka menghadapi penyelenggaran pemilihan kepala daerah tahun 2018 serta pemilihan legislatif, dan pemilihan presiden tahun 2019.

Acara pelantikan tersebut dihadiri Ketua MPR RI, Ketua Komisi II DPR RI, Anggota KPU RI, Ketua dan Anggota DKPP RI, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI dan seluruh Anggota Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi masa jabatan 2012-2017.

Dalam sambutannya Ketua Bawaslu mengungkapkan bahwa proses seleksi terkait pembentukan Bawaslu Provinsi dilakukan melakui serangkaian proses dan penerapan terobosan baru sebagai upaya membangun kepercayaan publik.

Bawaslu melakukan proses seleksi secara transparan dengan membentuk tim seleksi dengan penuh kehati-hatian. Diantara proses tersebut, terobosan yang dilakukan adalah pelaksanaan seleksi tes tertuli dengan sisten Computer Assisted Test (CAT) untuk menjaga integritas dan obyektifitas proses. Selain untuk menilai kemapuan pengetahuan kepemiluan, Tim Seleksi juga melakukan penilaian terhadap pengalaman kepemiluan dan aspek pendidikan peserta.

 

Selanjutnya, tantangan lain yang akan dihadapi oleh Bawaslu Provinsi terpilih adalah bertambahnya “actor politik” yang terlibat sebagai implikasi penyelenggaraan pemilu bersamaan. Sedangkan dalam aspek pemilih, masih rentan terjadinya “Politik Uang” yang dapat merusak integritas pemilu. dan ini jadi tantangan Bawaslu agar memperkuat posisi pemilih dan membagun kesadaran masyarakat memiliki kemampuan serta berani menolak politik uang.

Untuk menghadapi serangkaian tantangan tersebut, Bawaslu telah melakukan persiapan diantaranya telah membentuk Panwas Kabupaten/Kota. Dengan pembentukan Panwas kabupaten/Kota secara tepat waktu, pengawasan dapat dilakukan terhadap pelaksanaan tahapan-tahapan awal pemilu dan pilkada tahun 2018. Keberadaan lembaga pengawas pemilu Kabupaten/Kota yang sebelumnya ad hoc akan menjadi permanen (masa kerja 5 tahun), kewenangan memberikan akreditas terhadap pemantau pemilu dan kewenangan memutus pelanggaran administrasi pemilu tentu menjadi modal besar bagi Bawaslu kedepannya, ungkap beliau.

Selanjutnya, Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo terpilih yang mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah/janji masa jabatan 2017-2022 tersebut adalah, Jaharudin Umar, S.Pd.,M.Pd.,MH, Rauf Ali, S.Pd dan Rahmad Mohi, S.Sos.,M.Si. (ARS)


Profil Pimpinan


Iklan Masyarakat